Rabu, 04 April 2012

KONSELING PSIKOANALISA


  1. Pokok-pokok Teori Dalam hal ini Freud menggambarkan kepribadian manusia melalui konsep terstruktur mental(psyche) dan struktur kepribadian.
a.      Struktur mental
Struktur mental terdiri atas 3 tingkat kesadaran, yakni
1)            Kesadaran, menunjuk pada apa yang sedang kita persepsi(rasakan, pikirkan dan amati). Atau dengan kata lain kesadadran itu merupakan suatu komponen superego yang berisikan perilaku-perilaku yang mendapatkan hukuman. Misalnya, ketika kita merasakan adanya sensasi kontraksi dalam perut kita, kita mengatakan,” wah saya lapar nih !” jadi apa yang kita rasakan itu merupakan bentuk kesadaran kita.
2)            Ambang sadar, berisikan ingatan-ingatan tentang peristiwa-peristiwa masa lampau yang siap masuk ke dalam kesadaran sewaktu-waktu diperlukan. Misalnya jika seseorang bertanya kepada kita tentang nomer telepon rumah atau telepon seluler kita, hanya demgan sedikit upaya kita akan segera mampu untuk mengingat dan kemudian menjawab pertanyaan tersebut. Itu karena ingatan kita tentang nomer telepon kita berada diambang sadar.
3)            Ketidaksadaran, ditamsilkan sebagai suatu gudang dan imej-imej yang tak dapat diterima(ditolak oleh norma atau kode moral tertentu), peristiwa masa lampau, impuls-impuls dan keinginan-keinginan yang tidak kita sadari. Atau dengan kata lain ketidaksadaran itu merupakan aspek psikis( mental) yang menyimpan dorongan-dorongan yang tidak terpenuhi dan menjadi kompleks terdesak.

b.      Struktur kepribadian
      Struktur kepribadian terdiri dari 3 aspek yakni:
1)      Id
               merupakan suatu struktur yang kita bawa sejak lahir da berisikan semua potensi bawaan, termasuk naluri-naluri yang umumnya tidak kita sadari. Id merupakan sumber energi aktifitas psikis dan fisik , dan energi ini diperoleh dari tubuh.
Di dalam id terdapat dorongan-dorongan instinktif (naluriah) yang cenderung primitif dan menimbulkan ketegangan karena menuntut       untuk dipuaskan/dipenuhi.
Dorongan naluriah dibedakan menjadi 2 yakni:
a)      Naluriah hidup (libido) → nafsu seks
b)      Naluriah mati atau merusak (tanatos) → agresi
Untuk memuaskan atau memenuhi dorongan-dorongan, id menggunakan 2 mekanisme yakni:
a)      Tindakan refleks(tindakan-tindakan otomatis)
→ mengedipkan mata, batuk menarik tangan ketika     menyentuh benda panas.
b)      Proses primer ( tindakan kompleks)
→   impian, khayalan, lamuna atau fantasi
2)      Ego
               adalah aspek kepribadian yang beada didalam kesadaran. Atau ego merupakan aspek rasional dari kepribadian yang bertanggung jawab untuk mengarahkan dan mengendalikan instink atau dorongan-dorongan. Ia berfungsi untuk membantu id memenuhi dorongan-dorongannya secara nyata dan bukan hanya sekedar membayangkan atau melamun. Misalnya ketika anak mulai dipisahkan dengan ibunya (jawa = disapih).
      Dapat dikatakan ego merupakan aspek eksekutif (pengendali atau pengatur) dari struktur kepribadian.
  3)      Superego
               merupakam aspek kepribadian yang berisikan nilai-nilai atau kode moral masyarakat yang diinternalisasikan oleh anak melalui pendidikan orang tua. Nilai moral ini digunakan untuk mengontrol dan mengarahkan ego dalam upayanya dalam memenuhi dorongan id.
      Superego berfungsi membatasi dorongan-dorongan id dan mengendalikan ego agar tidak melakukan tindakan yang    bertentangan   dengan kode moral atau norma masyarakat.   Misalnya pesan-pesan orangtua,guru dan masyarakat disamping         tradisi ras, budaya dan nasional memberikan sokongan penting   bagi perkembangan superego anak. Melalui superego ini anak           dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk dan antara    yang benar dan mana yang salah.

c.       Perkembangan kepribadian
                     Menurut Freud, perkembangan kepribadian – sehat dan tidak sehat – sangat berhubungan dengan cara-cara yag digunakan oleh individu dalam melewati fase-fase perkembangan pada enam tahun pertama    kehidupannya. Tahapan perkembangan ini disebut tahapan psikoseksual karena memperesentasikan suatu kebutuhan(dan pemuasan) seksual yang menonjol pada stiap tahapan perkembangan. Hambatan yang terjadi pada proses pemenuhan kebutuhan seksual pada setiap tahapan - disebut fiksasi berpotensi menyebabkan  gangguan perilaku pada waktu dewasa.
         Tahapan-tahapan perkembangan psikoseksual:
1)      Tahap oral(0-1 tahun)
               Kontak pertama yag dilakuka oleh bayi setelah kelahirannya adalah melalui mulut(oral). Kepuasan seksual(kesenangan) pada saat ini diperoleh melalui mulut, yakni melalui berbagai aktivitas mulut seperti makan, minum, dan menghisap atau menggigit. Fiksasi pada tahap ini menyebabkan orang mengembangkan kepribadian oral, yakni menjadi orang yang tergantung dan lebih senang untuk bertindak pasif dan menerima bantuan dari orang lain.
               Tugas perkembangan utama fase oral adalah memperoleh rasa percaya, baik kepada diri sendiri, dan orang lain. Cinta adalah perlindungan terbaik terhadap ketakutan dan ketidakamanan. Anak-anak yang dicintai tidak akan banyak menemui kesulitan dalam menerima dirinya, sebaliknya anak-anak yang merasa tidak diinginkan, tidak diterima, dan tidak dicintai cenderung mengalami kesulitan dalam menerima dirinya sendiri, dan belajar untuk tidak mempercayai orang lain, serta memandang dunia sebagai tempat yang mengancam. Efek penolakan pada fase oral akan membentuk anak menjadi pribadi yang penakut, tidak aman, haus akan perhatian, iri, agresif, benci, dan kesepian.

2)      Tahap anal(1-3 tahun)
                  Interaksi melalui fungsi pembuangan isi perut(anal) dan memperoleh kesenangan melalui aktivitas-aktivitas pembuangan. Pada fase anal anak banyak berhadapan dengan tuntutan-tuntutan orangtua, terutama yang berhubungan dengan toilet training, dimana anak memperoleh pengalaman pertama dalam hal kedisiplinan. Fiksasi pada tahapan ini menyebabkan anak mengembangkan kepribadian anal, yakni menjadi orang yang sangat menekankan kepatuhan, konformitas, keteraturan, menjadi kikir, dan suka melawan atau memberontak. Tugas perkembangan pada fase ini adalah anak harus belajar mandiri, dan belajar mengakui dan menangani perasaan-perasaan negatif. Banyak sikap terhadap fungsi tubuh sendiri yang dipelajari anak dari orangtuanya. Selama fase anal anak akan mengalami perasaan-perasaan negatif seperti benci, hasrat merusak, marah, dan sebagainya, namun mereka harus belajar bahwa perasaan-perasaan tersebut bisa diterima. Hal penting lain yang harus dipelajari  anak adalah bahwa mereka memiliki kekuatan, kemandirian, dan otonomi.
3)      Tahap palis(3-5 tahun)
                  Pada fase ini anak laki-laki dan perempuan senang menyentuh (mengeksploitasi) organ kelaminnya untuk memperoleh kesenangan sambil melakukan fantasi-fantasi seksual. Anak laki-laki mengembangkan fantasi seksual dengan ibunya disebut oedipus complex dan anak perempuan mengembangkan fantasi seksual dengan ayahnya disebut electra complex. Jika konflik oedipal ini tak terpecahkan, anak laki-laki aka berkembang menjadi homoseksual atau heteroseksual sedangka anak perempuan akan menjadi wanita genit penggoda pria atau lesbian.. Fase Phalic juga merupakan periode perkembangan hati nurani, dimana anak belajar mengenai standar-standar moral. Selama fase ini anak perlu belajar menerima perasaan seksualnya sebagai hal yang alamiah dan belajar memandang tubuhnya sendiri secara sehat. Mereka membutuhkan contoh yang memadai bagi identifikasi peran seksual, untuk mengetahui apa yang benar dan salah, serta apa yang maskulin dan feminin, sehingga mereka memperoleh perspektif yang benar tentang peran mereka sebagai anak laki-laki atau anak perempuan.

4)      Tahap laten(6-12 tahun)
                  Pada tahap ini anak laki-laki dan anak perempuan menekankan semua isu-isu oedipal dan kehilangan minat seksualnya. Sebaliknya, mereka mulai melibatkan dirinya ke dalam kelompok bermain yang terdiri atas anak-anak lain dari jenis kelamin yang sama, baik kelompok yang kelompok yang bersifat full male atau full female. Namun berkurangnya perhatian pada masalah seksual itu bersifat laten dan masih akan terus memberikan pengaruh pada tahap perkembangan kepribadian berikutnya.

5)      Tahap genital(12 tahun keatas)
                  Fase genital dimulai pada usia 12 tahun, yaitu pada masa remaja awal dan berlanjut terus sepanjang hidup. Pada fase ini energi seksual anak mulai terarah kepada lawan jenis bukan lagi pada kepuasan diri melalui masturbasi, dan anak mulai mengenal cinta kepada lawan jenis.                       
   Ketika memasuki masa pubertas anak-anak mulai tertarik satu sama lain dengan lawan jenisnya dan menjadi manusia yang lebih matang. Mereka saling mengembangkan afeksi (hubungan) dan minat-minat seksual, cinta, dan bentuk-bentuk keterikatan yang lain.

d.      Mekanisme pertahanan ego
                     Ketiga struktur ego, id, dan superego tidak selalu dapat bekerja secara harmonis. Dalam rangka memenuhi kebutuhan id, antara ketiga divisi kepribadian tersebut seringkali terjadi konflik. Konflik antara ketiga struktur kepribadian disebut konflik intrapsikis. Jika tak segera terselesaikan, konflik intrapsikis berpotensi menimbulkan perasaan cemas.
      Dalam hal ini Freud mengemukakan tiga bentuk kecemasan, yakni:
a.      Kecemasan Neurotik adalah perasaan takut bahwa insting-insting akan terlepas dan menyebabkan individu akan melakukan sesuatu yang mendatangkan hukuman.
b.      Kecemasan Realistic adalah ketakutan terhadap ancaman bahaya dunia luar.
c.       Kecemasan Moral adalah kecemasan kata hati.Jika ego tak mampu menemukan cara-cara yang realistis untuk merepon rasa cemas, ia menggunakan cara yang tidak realistis yang disebut mekanisme pertahanan ego(ego defence mechanism).

Kaplan, dkk. (1994) dan Seligman (1996)
Mengklasifikannya empat bentuk mekanisme pertahanan ego :
1.      Narsistik atau Psikotik yakni suatu bentuk pertahanan ego yang dilakukan dengan cara pembiasaan, pengingkaran, dan proyeksi delusional. Banyak ditemukan pada anak-anak.
2.      Tidak Matang mekanisme ini umum ditemukan pada remaja dan beberapa orang dewasa dengan gangguan mood, kepribadian, dan control impuls. Termasuk ke dalam kelompok ini adalah proyeksi, regresi, pembelahan, devaluasi, kenakalan.
3.      Neurotic mekanisme ini umum ditemukan pada orang dewasa yang dinyatakan dalam bentuk rasionalisasi, intelektualisasi, dan pengalihan.
4.      Sehat merupakan bentuk mekanisme yang produktif yang umumnya diperlihatkan oleh orang dewasa yang sehat dalam bentuk sublimasi, humor, supresi sadar atau semi sadar, dan kompensasi.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites