Rabu, 04 April 2012

KONSELING POST MODERN


2.1   DEFINISI
Kita telah memasuki dunia postmodern di mana kebenaran dan realitas sering dipahami sebagai sudut pandang yang dibatasi oleh konteks sejarah dan bukan sebagai objektif, fakta-fakta kekal. Modernis lebih percaya pada realitas independen dari setiap percobaan untuk mengamatinya, orang mencari terapi untuk masalah ketika mereka telah menyimpang terlalu jauh dari beberapa norma objektif. Sebaliknya Postmodernis, percaya pada realitas subyektif yang tidak ada proses observasi independen.
Postmodern adalah suatu kondisi dimana terjadi penolakan / ketidak percayaan terhadap segala hal yang mengarah kepada kebenaran tunggal, keuniversalan, keobjektifan (sesuatu apapun yang hendak dijadikan dasar untuk menilai benar – salahnya sebuah konsep / pengetahuan) atas suatu objek dan realita yang terjadi.
Postmodern mengadopsi narasi, pandangan konstruksionis sosial menyoroti bagaimana kekuasaan, pengetahuan, dan “kebenaran” yang dinegosiasikan dalam keluarga dan sosial lainnya dan konteks budaya (Freedman & Combs, 1996). Terapi ini, dalam bagian, sebuah badan reestablishment pribadi dari penindasan masalah eksternal dan kisah-kisah dominan yang lebih besar.
Postmodern berlangsung singkat (Brief), umumnya antara empat sampai lima sesi saja. Berfokus pada pemecahan masalah (solusi) yang menekankan pada sumberdaya atau kompetensi dan kekuatan – kekuatan konseli, bukan berfokus pada penyebab atau problem. Menekankan pada pandangan bahwa konseli adalah individu yang unik dan subjektif serta bahasa atau naratif yang dikonstruksikan sendiri oleh konseli, bukan menekankan pada realitas “objektif” realitas konsensual (realitas sebagaimana membangun bahasa, memelihara dan mengubah masing – masing tata pandang (worldview) individu. Dalam pemikiran postmodern, menggunakan bahasa dalam cerita-cerita, untuk menceritakan kisah-kisah, dan masing-masing kisah-kisah ini benar bagi orang yang mengatakannya. Setiap orang yang terlibat dalam suatu situasi memiliki perspektif tentang “realitas”.
2.2   PERSPEKTIF HISTORIS
PENDIRI PENDEKATAN MODERN TERAPI
INSOO KIM BERG : Sebagai Direktur exsekutif, pusat terapi keluarga yang singkat di Milwaukee. Sebagai pimpinan oretician dalam Pemusatan solusi terapi singkat (Solution Focused Brief Therapy (SFBT). Dia menyediakan tempat kerja yang dipersatukan, Japan, Korea Utara, Australia, Denmark, Inggris dan Jerman. Hasil tulisannya adalah jasa keluarga yang didasarkan: Pusat pendekatan solusi (1994), bekerja dengan masalah-masalah pemabuk (1992), Pusat Pendekat solusi (1992), dan Interviewing solution (2002).
STEVE DE SHAZER : salah satu pelopor (SFBT) Senior perkumpulan penelitian di Milwaukee, pengarang buku solusi terapi singkat SFBT (1985), petunjuk-petunjuk mempelajari (SFBT) (1988), meletakan perbedaan untuk bekerja (1991), awalnya kata sihir (1994). Dia mempresentasikan melalui tempat-tempat kerja, pelatihan, dan meluas sebagai konsultan di Amerika utara, Eropah, Australia, dan Asia untuk pengembangan teori dan solusi-solusi praktek.
MICHAEL WHITE : membantu pendirian bersama David Epston, ilmu pengobatan terapi naratif, bertempat di Dulwich di Adelaide, Australia. Cinta pada keluarga dan teman-teman, berenang, terbang dengan pesawat kecil, dan bersepeda. Mengantarkan banyak Bukunya: Terapi Naratif untuk tujuan Mengobati (1990), Karangan kehidupan: wawancara and ujian tulis (1995), dan Narratif untuk terapi kehidupan (1997).
DAVID EPSTON : Sebagai pembantu direktur pengembangan terapi Naratif dari pusat terapi keluarga di Auckland, Slandia baru, dan dia sebagai penulis dan guru dari ide-ide naratif, sebagai pelancong internasional, dosen pada pusat pelatihan di Australia, Eropah dan Amerika Utara. Profesional terhadap ancaman kehidupan anak-anak berpenyakit Asma, berjuang untuk kelompok wanita penyandang Anoreksia, dan melibatkan ayah yang dilepas oleh anak-anaknya. Penulis buku Makna Akhir Terapi Naratif (1990), Terapi Naratif untuk Anak dan Keluarga (1997). Suka bersepeda dan mencintai istrinya Anne di rumah pengasingan di sebuah pulau Waiheke.



2.3   POKOK-POKOK TEORI
POSTMODERN UMUMNYA MENGAC PADA 3 BIDANG ( Grenz, 1996 ) :
1.      Era historical (industry, tekn. informasi)
2.      Gerakan pada bidang seni (arsitektur, teater, literature, dunia lukis, performansi dsb)
3.      Kritik – kritik dalam bidang akademik terutama ilmu – ilmu sosial dan filsafat
PANDANGAN TENTANG SIFAT DASAR MANUSIA
1.      Manusia hidup dengan beranekaragam realitas (bahasa, cerita, ideologi) Pluralistik
2.      Tiada kebenaran tunggal
3.      Kebenaran bersifa kontekstual, subjektif
4.      Manusia berbekal metode ilmiah yang tepat dapat menemukan pengetahuan yang terpercaya (realible) dan sahih (valid) tentang klien dan masalah-masalahnya
Pada dasarnya, SFBC didasarkan pada pandangan yang positif dan optimistik tentang hakikat manusia (Corey, 2009; Gladding, 2009).
1.      Manusia adalah makhluk yang sehat dan kompeten. SFBC merupakan pendekatan konseling yang nonpatologis yang menekankan pentingnya kompetensi manusia daripada kekurangmampuan, dan kekuatan daripada kelemahannya.
2.      Manusia mampu membangun solusi yang dapat meningkatkan kehidupannya.
3.      Manusia memiliki kemampuan menyelesaikan tantangan dalam hidupnya.
4.      Bagaimanapun pengaruh lingkungan terhadap manusia, konselor meyakin bahwa saat dalam layanan konseling kliennya bahwa mampu menkonstruksi solusi
5.      terhadap masalah yang dihadapinya.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites